About

Panen Raya

Panen Raya Bulan Februari-Maret Tahun 2026

Apel Senin

Apel Pagi Aparat Desa Tiap Hari Senin

Tim Sepak Bola APDES Wawo

Turnamen Sepak Bola APDES CUP I Kecamatan Wawo.

Musim Tanam Padi

Musim Tanam Padi di Persawahan Desa Wawo.

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 tahun 2024 sekecamatan Wawo dilaksanakan di Lapangan Upacara SMP Negeri 3 Kolaka Utara.

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Wawo Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara

Thursday, May 28, 2026

Ratusan Warga Padati Lapangan 45 Wawo, 39 Sapi Dikurbankan pada Iduladha 1447 H

Sambutan Hari Raya Iduladha Bupati Kolaka Utara
yang diwakili oleh Camat Wawo

 Penulis: Admin Desa

KECAMATAN WAWO – Lapangan 45 Wawo mendadak religius pada Rabu (27/5/2026) pagi. Ratusan warga dari Desa Wawo, Ulu Wawo, hingga Desa Puumbolo tampak memadati area lapangan sejak pukul 07.00 WITA untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha 1447 Hijriyah secara berjamaah.

Acara yang dipandu oleh Muhammad Miftah Faridh, S.Kom ini diawali dengan pembacaan sambutan hangat dari Bupati Kolaka Utara, yang diwakili oleh Camat Wawo, Hadi Suswanto, ST., MT.

Memasuki ibadah inti, Saudara Farel memimpin jalannya Sholat Id sebagai imam dengan sangat khusyuk.

Makna Kedekatan di Hari Raya

Usai sholat, suasana semakin khidmat saat Baso Akbar, S.Ag., M.Pd naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah. Ia mengingatkan jamaah mengenai esensi sejati dari ibadah kurban, yaitu berbagi dan mempererat tali persaudaraan.

"Kurban itu berasal dari bahasa Arab yang artinya dekat atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lewat daging kurban yang kita sedekahkan, kita sedang berbagi kebahagiaan sekaligus mendekatkan diri dengan sesama saudara," ujar Baso Akbar di hadapan para jamaah.

Sapi Kurban Tembus 39 Ekor

Semangat berbagi warga Kecamatan Wawo tahun ini terbilang luar biasa. Berdasarkan data yang diumumkan oleh protokol acara, total ada 39 ekor sapi yang dikurbankan oleh kelompok dan keluarga di wilayah tersebut. Berikut adalah rincian sebaran hewan kurban di Kecamatan Wawo:

·         Desa Wawo: 9 Ekor Sapi

·         Desa Tinukari: 9 Ekor Sapi

·         Desa Puumbolo: 7 Ekor Sapi

·         Desa Ulu Wawo: 5 Ekor Sapi

·         Desa Salurengko: 4 Ekor Sapi

·         Desa Latawe: 4 Ekor Sapi

·         Desa Walasiho: 1 Ekor Sapi

Saat pengumpulan infak, panitia membagi tugas secara rapi. Celengan jamaah laki-laki diedarkan oleh Asrul, Acca, Alif, dan Ballatong. Sementara untuk barisan jamaah perempuan, pengumpulan dilakukan oleh Nurul, Hafizah, Nikita, dan Musdalifa.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara mulai menerapkan kebijakan retribusi baru. Setiap pemotongan hewan kurban kini dikenakan biaya sebesar Rp50.000 per ekor. Sesuai aturan pemda, dana yang terkumpul dari retribusi ini akan langsung masuk ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).




Sunday, May 24, 2026

Tradisi Massulo Desa Wawo: Kepala Dusun Borong 3 Kg Cumi-Cumi dalam Semalam

 

Hasil dari kegiatan Massulo

Penulis: Admin Desa

KOLAKA UTARA – Ramai warga pesisir Desa Wawo, Kecamatan Wawo, memanfaatkan fenomena air laut surut dengan menggelar tradisi massulo massal pada Selasa (19/5/2026) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Suasana pesisir yang biasanya sepi mendadak riuh oleh lampu penerangan warga yang berburu biota laut.

Secara geografis, Desa Wawo terletak di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan wilayah yang menghadap langsung ke perairan Teluk Bone. Karakteristik pantai di kawasan ini cenderung landai dengan hamparan terumbu karang dangkal yang luas. Saat air laut surut rendah, kawasan karang ini menyingkap habitat alami berbagai biota maritim seperti cumi-cumi, gurita, ikan, dan kepiting, yang memicu lahirnya kearifan lokal massulo.

Massulo sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Sulawesi untuk berburu hasil laut di malam hari saat air laut sedang surut terendah. Warga biasanya membekali diri dengan alat penerangan seperti senter kuat atau obor untuk mendeteksi pergerakan hewan laut yang terjebak di area dangkal.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area pantai. Mereka menyebar ke berbagai titik karang dengan menggunakan beragam metode tradisional untuk mengumpulkan hasil laut. Ada warga yang memancing di celah batu, menebar jaring di area pasir, menembak ikan dengan panah tradisional, hingga mencari manual di antara bebatuan karang.

Kepala Dusun III Wawo, Darta, mengonfirmasi padatnya warga yang turun ke laut pada malam tersebut. Menurutnya, momen air surut kali ini berhasil menyedot perhatian sebagian besar warga desa.

"Malam ini sangat ramai, suasananya sudah seperti pasar di tengah laut," ujar Darta saat ditemui di lokasi pesisir, Selasa (19/5/2026).

Darta sendiri sukses membawa pulang hasil tangkapan yang cukup banyak dalam perburuan tersebut. Ia berhasil mengumpulkan 15 ekor cumi-cumi dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar, dengan total berat perkiraan mencapai 3 kilogram.

Menurut Darta, kondisi cuaca dan pasang surut air laut saat ini memang sangat mendukung untuk berburu. Namun, berdasarkan pembacaan tanda-tanda alam dan pengalamannya selama bertahun-tahun, ia memprediksi puncak hasil tangkapan terbaik baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Berdasarkan pengalaman saya, sisa 3 sampai 5 hari lagi adalah waktu yang paling ideal untuk turun massulo jika ingin mendapatkan hasil laut yang maksimal," pungkas Darta.


Monday, May 18, 2026

Waspada Pasang Maksimum dan Potensi Cuaca Buruk di Pesisir Wawo Kolaka Utara, Air Mulai Masuk Saluran Irigasi

 

salah satu rumah warga terdampak pasang air laut di Dusun I Desa Wawo

Penulis: Admin Desa

WAWO – Fenomena pasang laut astronomis memicu luapan air ke pemukiman warga di kawasan pesisir Desa Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, pada Senin (18/5/2026). Air laut dilaporkan mulai meluap dan merembes masuk ke dalam rumah salah satu warga yang letaknya berada sangat dekat dari struktur talud pantai Desa Wawo akibat tingginya volume pasang naik pertama.

Kondisi pasang surut campuran condong ke ganda (mixed tide, prevailing semi-diurnal) sepanjang bulan Mei 2026 ini berada pada grafik berkekuatan tinggi. Berdasarkan data pantauan pemodelan oseanografi, koefisien pasang saat ini mencapai angka 86 hingga 90, yang memicu pergerakan massa air laut Teluk Bone bergerak lebih masif ke daratan landai pada jam-jam puncak pasang.


Selain menyasar pemukiman di garis pantai, tingginya volume pasang air laut pada siang hari juga menyebabkan air laut masuk dan menggenangi saluran drainase persawahan warga. Parit-parit irigasi pembuangan yang lokasinya berdekatan dengan area pantai Desa Wawo tampak terisi penuh oleh limpasan air asin.

Meski air laut merendam sistem drainase, kondisi ini beruntung tidak sampai menimbulkan kerusakan masif pada sektor pertanian. Ketiadaan gelombang ombak yang tinggi di perairan sekitar membuat air laut yang meluap tertahan di dalam saluran irigasi dan tidak sampai masuk ke area petak sawah milik para petani setempat.

Melansir data riil dari stasiun pemantauan Prakiraan Cuaca Perairan Teluk Bone BMKG, kondisi makro cuaca di perairan Teluk Bone Barat bagian Kolaka Utara saat ini dilaporkan mengalami Hujan Ringan hingga Berawan Tebal. Hembusan angin permukaan bergerak dari arah Timur Laut ke Barat dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 18 knot.

Meskipun potensi tinggi gelombang kategori Tenang hingga Rendah (0,1 - 0,6 meter) membuat riak pantai cenderung aman dari abrasi ombak besar, BMKG memperingatkan adanya potensi fenomena Gust atau peningkatan kecepatan angin secara mendadak yang dapat memicu perubahan arus pantai sewaktu-waktu.

Masyarakat diimbau tetap mencermati estimasi fluktuasi jadwal pasang surut harian berikut untuk mengantisipasi luapan susulan:

·      Ã˜  Pasang Naik I: Terjadi dini hari pukul 01:55 WITA dengan ketinggian 1,7 meter (memicu           rembesan di rumah dekat talud).

Ø  Surut Rendah I: Terjadi pagi hari pukul 06:51 WITA dengan penyusutan air hingga 1,0 meter.

Ø  Pasang Naik II (Maksimum): Terjadi siang hari pukul 13:08 WITA dengan puncak tertinggi mencapai 2,4 meter (memicu luapan ke drainase persawahan).

Ø  Surut Rendah II (Minimum): Terjadi malam hari pukul 20:14 WITA dengan titik surut terdalam mencapai -0,3 meter.

 

Otoritas maritim melalui Tide Tables tahunan milik Pushidrosal mengingatkan bahwa batas pasang maksimum musiman di pantai Kolaka Utara sepanjang Mei 2026 bisa mencapai 2,4 hingga 2,5 meter. Warga serta nelayan yang bermukim di sepanjang perimeter talud pantai Desa Wawo diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan mandiri dan mengamankan tali tambat perahu saat jam puncak pasang tiba.



 

Sunday, May 17, 2026

Optimalkan Pelayanan Publik, Pemdes Wawo Pastikan Motor Operasional Desa Selalu Prima

 


Penulis: Admin Desa

WAWO – Mobilitas tinggi dalam pelayanan publik di tingkat desa membutuhkan dukungan fasilitas yang andal. Di Desa Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 hadir menjadi tulang punggung pelayanan pemerintah desa sekaligus penyelamat di saat darurat bagi warga setempat.

Sepeda motor operasional ini dibeli pada tahun 2022 melalui anggaran pengadaan aset tetap desa sebesar Rp22 juta. Sejak pertama kali beroperasi, kendaraan dinas ini langsung mengambil peran penting dalam memutus jarak dan mempercepat urusan birokrasi maupun sosial.

Menembus Batas Tugas Dinas dan Kemanusiaan

Pemanfaatan motor operasional ini terbilang sangat produktif. Tidak hanya digunakan untuk mendukung aktivitas harian Kepala Desa dan perangkat desa, roda dua ini juga terbuka lebar untuk membantu kebutuhan mendesak masyarakat Wawo.

Beberapa mobilitas utama yang sering dilayani oleh kendaraan ini meliputi:

·         Urusan Administrasi: Mempercepat perjalanan dinas perangkat desa menuju pusat pemerintahan kabupaten di Kota Lasusua.

·         Kedaruratan Medis: Menjadi sarana transportasi cepat saat mengantar warga yang harus segera dirujuk ke rumah sakit.

·         Urusan Urgen Warga: Membantu penyelesaian masalah darurat warga hingga keperluan keluarga yang bersifat sangat penting.

Komitmen Layanan Melalui Perawatan Berkala

Mengingat beban kerja kendaraan yang tinggi dalam melintasi berbagai medan, Pemerintah Desa Wawo sangat memperhatikan kelayakan fungsi motor tersebut. Perawatan rutin menjadi agenda wajib agar motor selalu siap pakai kapan saja dibutuhkan.

Kepala Desa Wawo, Abdullah, S.Si., menegaskan bahwa menjaga kondisi aset desa adalah bentuk tanggung jawab mutlak dalam menjamin kelancaran pelayanan publik.

“Servis berkala untuk menjaga performa mesin demi pelayanan masyarakat,” ujar Abdullah.

Dengan manajemen aset yang baik dan semangat gotong royong, Yamaha Jupiter Z1 ini terus mengaspal sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat Desa Wawo.



Wednesday, May 13, 2026

Maksimalkan Anggaran, Pemdes Wawo Perpanjang Pembangunan Rabat Bahu Jalan hingga 1 Kilometer

 

Rabat bahu jalan dimulai dari perempatan Masjid Raya Nuruttaqwa

Penulis: Admin Desa

WAWO, 13 MEI 2026 — Pemerintah Desa Wawo menunjukkan komitmen tinggi dalam melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Melalui pemanfaatan Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2026 sebesar Rp30.000.000,-, proyek pembangunan rabat bahu jalan yang dimulai sejak April 2026 lalu kini terus digenjot dan masih berlangsung hingga pertengahan Mei 2026.


Menariknya, meski berdasarkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal alokasi dana tersebut hanya ditargetkan untuk volume panjang 400 meter dengan lebar 50 sentimeter, Pemerintah Desa Wawo berhasil melakukan efisiensi dan optimalisasi di lapangan. Demi keberlanjutan pembangunan desa, realisasi fisik pengecoran bahu jalan ini berhasil ditingkatkan secara signifikan hingga mencapai panjang kurang lebih 1 kilometer.

Urai Kemacetan Akibat Kendaraan Parkir

Kepala Desa Wawo, Abdullah, S.Si, menjelaskan bahwa langkah memperkeras dan memperluas area di samping jalur utama ini merupakan solusi konkret untuk mengatasi keterbatasan ruang jalan lingkungan yang selama ini sering dikeluhkan warga.

"Harapan kami dengan adanya rabat bahu jalan ini, akses jalur transportasi desa menjadi jauh lebih lebar. Ini merupakan langkah antisipasi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi ketika ada kendaraan yang terpaksa parkir di bahu jalan, sehingga arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalur tengah tetap lancar tanpa hambatan," ujar Abdullah, S.Si.

Simpang tiga menuju jalan Sitti Hamie

Jalur Pedestrian dan Persiapan Longmarch HUT RI ke-81

Besarnya peningkatan volume fisik jalan ini tidak terlepas dari sistem pengerjaan yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Wawo. Proyek ini dilaksanakan secara swakelola dengan mengedepankan sistem gotong royong warga serta melibatkan penuh para pekerja lokal dari desa setempat. Pola pemberdayaan masyarakat ini terbukti mampu menekan biaya operasional sekaligus mempercepat target penyelesaian proyek.

Selain mengoptimalkan ruang gerak bagi kendaraan, pembuatan rabat pada bahu jalan yang kini membentang sepanjang 1 kilometer tersebut juga berfungsi ganda sebagai sarana pedestrian. Infrastruktur yang lebih rapi, bersih, dan kokoh ini dipastikan akan membuat akses bagi warga pejalan kaki menjadi jauh lebih baik, aman, dan nyaman dari kondisi sebelumnya.

Lebih lanjut, Abdullah, S.Si menambahkan bahwa percepatan pembangunan ini juga memiliki nilai strategis yang dipersiapkan secara khusus untuk menyambut agenda besar nasional tahun ini. Bahu jalan yang telah dirabat beton ini nantinya akan dijadikan fasilitas jalur lintasan utama bagi para peserta parade longmarch warga dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kecamatan Wawo.

Melalui kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat desa, Pemerintah Desa Wawo optimis proyek keberlanjutan ini dapat segera rampung dengan kualitas maksimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh publik dalam jangka panjang.


Tuesday, May 12, 2026

Siasati Efisiensi Anggaran, Camat Wawo Hadi Suswanto Pimpin Rapat Persiapan HUT RI ke-81



Rapat intern persiapan HUT RI ke-81 di Ruang Kerja Camat Wawo

Penulis : Admin Desa

WAWO, 12 MEI 2026 — Pemerintah Kecamatan Wawo mulai mematangkan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Hal ini ditandai dengan digelarnya musyawarah internal Pemerintah Desa (Pemdes) se-Kecamatan Wawo yang berlangsung di Kantor Kecamatan Wawo pada Selasa (12/5) pukul 09.00 WITA.

Rapat koordinasi awal tersebut dipimpin langsung oleh Camat Wawo, Hadi Suswanto, ST., MT, dan dihadiri oleh para Kepala Desa serta Sekretaris Desa (Sekdes) yang mewakili desa masing-masing. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT RI tingkat Kecamatan Wawo tahun 2026 yang disepakati akan dipusatkan di Desa Ulu Wawo selaku tuan rumah.
Komitmen di Tengah Efisiensi Anggaran
Dalam pembahasan tersebut, seluruh Pemerintah Desa se-Kecamatan Wawo menyatakan komitmen bersama untuk tetap memeriahkan hari kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif, meliputi bidang olahraga, keagamaan, dan program PKK. Meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran, semangat untuk mengisi kemerdekaan tetap menjadi prioritas utama pihak kecamatan dan desa.
Namun, keterbatasan dana operasional memaksa pihak panitia melakukan rasionalisasi jumlah program. Beberapa cabang olahraga terpaksa dikurangi guna menyesuaikan kondisi anggaran yang tersedia.
Sepak Bola Resmi Ditiadakan
Salah satu keputusan krusial dalam musyawarah ini adalah peniadaan cabang olahraga sepak bola untuk tahun ini. Selain karena faktor efisiensi anggaran, keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana pertandingan sepak bola kerap memicu kericuhan di lapangan yang melibatkan pemain maupun penonton dan pendukung antardesa.
Sebagai gantinya, rapat menyepakati daftar lomba yang akan tetap dilaksanakan, antara lain:
  • Cabang Olahraga: Bola voli (putra dan putri), sepak takraw, catur, dan lari maraton.
  • Cabang Keagamaan: Lomba salawatan kelompok ibu Majelis Taklim dan lomba salat jenazah.
  • Kegiatan PKK: Lomba kebersihan desa.
Persiapan Teknis dan Pengamanan
Menjelang akhir rapat, para peserta musyawarah membahas estimasi jumlah sumbangan dari setiap desa. Dana patungan ini nantinya akan disalurkan untuk membantu Desa Ulu Wawo selaku tuan rumah dalam menyiapkan kebutuhan logistik, sarana prasarana, serta penyediaan hadiah perlombaan.
Sebagai langkah tindak lanjut, Camat Wawo Hadi Suswanto, ST., MT, dalam waktu dekat akan mengagendakan rapat teknis lanjutan. Pertemuan berikutnya akan memperluas pelibatan sektor lain dengan mengundang Ketua KONI Kecamatan Wawo, Kepala Sekolah, serta unsur-unsur penting lainnya untuk dibentuk ke dalam kepanitiaan formal.
Pihak kecamatan juga menegaskan akan melibatkan unsur pengamanan secara ketat dari jajaran TNI dan Polri guna menjamin seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Wawo dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Monday, May 4, 2026

Resmikan IPA Unit IKK Wawo, Bupati Kolaka Utara Dorong Pelayanan Air Bersih yang Optimal dan Mandiri

 

Sambutan Bupati Kolaka Utara dalam Peresmian Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA)  Unit IKK Wawo













Penulis: Admin Desa

KECAMATAN WAWO – Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., secara resmi meresmikan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit IKK Wawo milik PERUMDA Air Minum Tirta Tampanama, Senin (4/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Sila, Desa Walasiho, Kecamatan Wawo ini menjadi tonggak sejarah bagi warga setempat setelah fasilitas ini belum pernah diresmikan secara formal sejak dibangun pada tahun 2014.

Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Anggota DPRD Kab. Kolaka Utara, Kepala Kejaksaan Negeri, para Kepala OPD, Camat Wawo, unsur TNI/Polri, hingga seluruh Kepala Desa, BPD, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Wawo.

Capaian Positif PERUMDA Tirta Tampanama

Direktur PERUMDA Air Minum Tirta Tampanama, Tasrim, S.Ag., M.Si., dalam laporannya mengungkapkan kemajuan signifikan perusahaan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya berhasil menekan tingkat kebocoran air (Non-Revenue Water) dari 32% pada tahun 2023 menjadi 27% di tahun 2025 dengan menutup sekitar 1.000 titik kebocoran pipa.

Dari sisi keuangan, utang perusahaan yang semula Rp2,6 miliar kini tersisa Rp900 juta berdasarkan audit tahun 2025. "Meskipun biaya beban air di Kolaka Utara terendah di Sulawesi Tenggara, yakni hanya Rp8.000 per bulan dibanding daerah tetangga yang mencapai Rp48.000, kami tetap mampu membayar gaji dan THR 121 pegawai secara penuh serta membiayai operasional," tegas Tasrim.

Namun, ia juga memberi edukasi bahwa jika kondisi alam tidak bersahabat (banjir), operasional terpaksa dihentikan sementara jika kekeruhan (NTU) di atas 25% demi menghindari kerusakan infrastruktur akibat endapan lumpur.


Harapan Masyarakat dan Solusi Krisis Air

Apresiasi mendalam datang dari tokoh masyarakat. Sahruddin, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas kualitas air yang kini bersih, jernih, dan lancar setelah sekian lama warga mengeluh. Senada dengan itu, tokoh pemuda Desa Wawo, Asman Syarif Djunaid, menilai pengoperasian kembali IPA ini adalah solusi jangka panjang. "Warga kini tidak perlu lagi melakukan pengeboran mandiri. Kami berharap ini menjadi sumber air bersih yang andal dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, warga juga mengusulkan penambahan instalasi pipa baru di Jalan Manunggal (lorong TK Wawo) dan area sekitar Lapangan Sepak Bola 45 Wawo.

Arahan Bupati

Bupati Kolaka Utara, H. Nur Rahman Umar, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar pihak terkait. "Saya mengharapkan adanya kerja sama yang baik untuk memberikan pelayanan optimal dalam distribusi air bersih. Bagi masyarakat, saya minta manfaatkanlah air ini dengan bijak," pesan Bupati sebelum melakukan prosesi peresmian.

Dengan beroperasinya IPA Unit IKK Wawo secara resmi, PERUMDA Tirta Tampanama optimis menuju predikat perusahaan yang sehat dan mampu melayani kebutuhan dasar masyarakat Kolaka Utara secara maksimal.

Optimalkan Dana Desa, Pemdes Wawo Targetkan Tribun Lapangan 45 Rampung Tahun Ini

 

Tribun Lapangan 45 Wawo tampak depan










Penulis : Admin Desa

WAWO – Pemerintah Desa Wawo terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur olahraga meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran Dana Desa oleh Pemerintah Pusat. Salah satu proyek strategis yang kini dikebut adalah kelanjutan pembangunan Tribun Lapangan Sepak Bola 45 Wawo.

Pembangunan tribun ini didanai melalui APBDes Wawo Tahun Anggaran 2026 dengan alokasi sebesar Rp150.000.000,-. Proyek ini merupakan bagian dari program pembangunan berkelanjutan yang telah dimulai secara bertahap sejak tahun 2024 lalu.

Pemerintah Desa Wawo menegaskan bahwa adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pusat tidak menjadi penghalang bagi jalannya pembangunan di tingkat desa. Pengelolaan skala prioritas yang tepat memastikan fasilitas publik tetap terbangun sesuai rencana.

"Pembangunan ini dilakukan secara bertahap sejak 2024, dan kami menargetkan penyelesaian paling lambat pada akhir tahun 2026 ini," ujar Kepala Desa Wawo, Abdullah S.Si.

Percepatan pembangunan ini bukan tanpa alasan. Lapangan Sepak Bola 45 Wawo dipersiapkan untuk menjadi lokasi utama perhelatan Porseni PGRI Kolaka Utara tahun 2027 mendatang. Dengan target rampung di akhir tahun ini, tribun tersebut dipastikan sudah siap digunakan dan layak untuk menyambut ribuan guru serta tamu undangan dari seluruh penjuru Kabupaten Kolaka Utara.

Kehadiran tribun ini diharapkan tidak hanya menyukseskan gelaran Porseni, tetapi juga menjadi sarana olahraga yang representatif bagi masyarakat lokal dalam jangka panjang, guna membangkitkan semangat berolahraga dan kegiatan kemasyarakatan di Kecamatan Wawo.






Wednesday, April 29, 2026

Rekor Baru, Panen Raya Desa Wawo Tembus 520 Ton Gabah Kering Panen (GKP) di Awal Tahun 2026

 


Penulis: ADMIN DESA

KOLAKA UTARA – Area persawahan di Desa Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, mencatatkan sejarah baru dalam sektor pertanian daerah. Lahan sawah seluas kurang lebih 80 hektare (Ha) di wilayah tersebut berhasil memproduksi gabah dalam jumlah besar pada siklus panen awal tahun ini. 

Tercatat, hasil panen pada periode Februari hingga Maret 2026 mencapai angka fantastis, yakni kurang lebih 520 ton Gabah Kering Panen(GKP). Lonjakan produktivitas ini disambut antusias oleh kelompok tani dan pemerintah desa setempat.


Bambang, S.TP, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang mendampingi petani di Desa Wawo, menyatakan bahwa capaian ini merupakan titik tertinggi yang pernah diraih oleh desa tersebut selama ini. "Hasil panen di bulan Februari-Maret 2026 ini merupakan hasil panen tertinggi selama ini di persawahan Desa Wawo," ungkap Bambang.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Kepala Desa Wawo, Abdullah, S.Si, mengucapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petani di Desa Wawo atas kerja keras yang telah dilakukan.


"Terima kasih kepada seluruh petani Desa Wawo yang telah kompak bekerja keras sehingga hasil panen dapat meningkat. Tentunya harapan kami sebagai Pemdes Wawo, bagaimana proses tanam selanjutnya bisa lebih meningkat lagi hasilnya," ujar Abdullah.

 Lebih lanjut, Abdullah menekankan pentingnya sinergi mengingat luas lahan persawahan Desa Wawo yang mencapai 80 Ha. Menurutnya, luas lahan tersebut memerlukan manajemen kekompakan yang solid, terutama dalam hal pengendalian hama.

"Perlu adanya kekompakan untuk mencegah hama yang menyerang tanaman padi. Dengan kekompakan petani mulai dari pembajakan, pemupukan, hingga penyemprotan yang dilaksanakan secara serentak, hal itu dapat meminimalisir kerusakan akibat hama dan tentunya meningkatkan hasil panen untuk berikutnya," tutupnya.