About

Panen Raya

Panen Raya Bulan Februari-Maret Tahun 2026

Apel Senin

Apel Pagi Aparat Desa Tiap Hari Senin

Tim Sepak Bola APDES Wawo

Turnamen Sepak Bola APDES CUP I Kecamatan Wawo.

Musim Tanam Padi

Musim Tanam Padi di Persawahan Desa Wawo.

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 tahun 2024 sekecamatan Wawo dilaksanakan di Lapangan Upacara SMP Negeri 3 Kolaka Utara.

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Wawo Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara
Showing posts with label Ketahanan Pangan. Show all posts
Showing posts with label Ketahanan Pangan. Show all posts

Sunday, May 24, 2026

Tradisi Massulo Desa Wawo: Kepala Dusun Borong 3 Kg Cumi-Cumi dalam Semalam

 

Hasil dari kegiatan Massulo

Penulis: Admin Desa

KOLAKA UTARA – Ramai warga pesisir Desa Wawo, Kecamatan Wawo, memanfaatkan fenomena air laut surut dengan menggelar tradisi massulo massal pada Selasa (19/5/2026) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Suasana pesisir yang biasanya sepi mendadak riuh oleh lampu penerangan warga yang berburu biota laut.

Secara geografis, Desa Wawo terletak di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan wilayah yang menghadap langsung ke perairan Teluk Bone. Karakteristik pantai di kawasan ini cenderung landai dengan hamparan terumbu karang dangkal yang luas. Saat air laut surut rendah, kawasan karang ini menyingkap habitat alami berbagai biota maritim seperti cumi-cumi, gurita, ikan, dan kepiting, yang memicu lahirnya kearifan lokal massulo.

Massulo sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Sulawesi untuk berburu hasil laut di malam hari saat air laut sedang surut terendah. Warga biasanya membekali diri dengan alat penerangan seperti senter kuat atau obor untuk mendeteksi pergerakan hewan laut yang terjebak di area dangkal.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area pantai. Mereka menyebar ke berbagai titik karang dengan menggunakan beragam metode tradisional untuk mengumpulkan hasil laut. Ada warga yang memancing di celah batu, menebar jaring di area pasir, menembak ikan dengan panah tradisional, hingga mencari manual di antara bebatuan karang.

Kepala Dusun III Wawo, Darta, mengonfirmasi padatnya warga yang turun ke laut pada malam tersebut. Menurutnya, momen air surut kali ini berhasil menyedot perhatian sebagian besar warga desa.

"Malam ini sangat ramai, suasananya sudah seperti pasar di tengah laut," ujar Darta saat ditemui di lokasi pesisir, Selasa (19/5/2026).

Darta sendiri sukses membawa pulang hasil tangkapan yang cukup banyak dalam perburuan tersebut. Ia berhasil mengumpulkan 15 ekor cumi-cumi dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar, dengan total berat perkiraan mencapai 3 kilogram.

Menurut Darta, kondisi cuaca dan pasang surut air laut saat ini memang sangat mendukung untuk berburu. Namun, berdasarkan pembacaan tanda-tanda alam dan pengalamannya selama bertahun-tahun, ia memprediksi puncak hasil tangkapan terbaik baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Berdasarkan pengalaman saya, sisa 3 sampai 5 hari lagi adalah waktu yang paling ideal untuk turun massulo jika ingin mendapatkan hasil laut yang maksimal," pungkas Darta.


Wednesday, April 29, 2026

Rekor Baru, Panen Raya Desa Wawo Tembus 520 Ton Gabah Kering Panen (GKP) di Awal Tahun 2026

 


Penulis: ADMIN DESA

KOLAKA UTARA – Area persawahan di Desa Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, mencatatkan sejarah baru dalam sektor pertanian daerah. Lahan sawah seluas kurang lebih 80 hektare (Ha) di wilayah tersebut berhasil memproduksi gabah dalam jumlah besar pada siklus panen awal tahun ini. 

Tercatat, hasil panen pada periode Februari hingga Maret 2026 mencapai angka fantastis, yakni kurang lebih 520 ton Gabah Kering Panen(GKP). Lonjakan produktivitas ini disambut antusias oleh kelompok tani dan pemerintah desa setempat.


Bambang, S.TP, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang mendampingi petani di Desa Wawo, menyatakan bahwa capaian ini merupakan titik tertinggi yang pernah diraih oleh desa tersebut selama ini. "Hasil panen di bulan Februari-Maret 2026 ini merupakan hasil panen tertinggi selama ini di persawahan Desa Wawo," ungkap Bambang.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Kepala Desa Wawo, Abdullah, S.Si, mengucapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petani di Desa Wawo atas kerja keras yang telah dilakukan.


"Terima kasih kepada seluruh petani Desa Wawo yang telah kompak bekerja keras sehingga hasil panen dapat meningkat. Tentunya harapan kami sebagai Pemdes Wawo, bagaimana proses tanam selanjutnya bisa lebih meningkat lagi hasilnya," ujar Abdullah.

 Lebih lanjut, Abdullah menekankan pentingnya sinergi mengingat luas lahan persawahan Desa Wawo yang mencapai 80 Ha. Menurutnya, luas lahan tersebut memerlukan manajemen kekompakan yang solid, terutama dalam hal pengendalian hama.

"Perlu adanya kekompakan untuk mencegah hama yang menyerang tanaman padi. Dengan kekompakan petani mulai dari pembajakan, pemupukan, hingga penyemprotan yang dilaksanakan secara serentak, hal itu dapat meminimalisir kerusakan akibat hama dan tentunya meningkatkan hasil panen untuk berikutnya," tutupnya.