About

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Wawo Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara

Sunday, May 24, 2026

Tradisi Massulo Desa Wawo: Kepala Dusun Borong 3 Kg Cumi-Cumi dalam Semalam

 

Hasil dari kegiatan Massulo

Penulis: Admin Desa

KOLAKA UTARA – Ramai warga pesisir Desa Wawo, Kecamatan Wawo, memanfaatkan fenomena air laut surut dengan menggelar tradisi massulo massal pada Selasa (19/5/2026) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Suasana pesisir yang biasanya sepi mendadak riuh oleh lampu penerangan warga yang berburu biota laut.

Secara geografis, Desa Wawo terletak di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan wilayah yang menghadap langsung ke perairan Teluk Bone. Karakteristik pantai di kawasan ini cenderung landai dengan hamparan terumbu karang dangkal yang luas. Saat air laut surut rendah, kawasan karang ini menyingkap habitat alami berbagai biota maritim seperti cumi-cumi, gurita, ikan, dan kepiting, yang memicu lahirnya kearifan lokal massulo.

Massulo sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Sulawesi untuk berburu hasil laut di malam hari saat air laut sedang surut terendah. Warga biasanya membekali diri dengan alat penerangan seperti senter kuat atau obor untuk mendeteksi pergerakan hewan laut yang terjebak di area dangkal.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area pantai. Mereka menyebar ke berbagai titik karang dengan menggunakan beragam metode tradisional untuk mengumpulkan hasil laut. Ada warga yang memancing di celah batu, menebar jaring di area pasir, menembak ikan dengan panah tradisional, hingga mencari manual di antara bebatuan karang.

Kepala Dusun III Wawo, Darta, mengonfirmasi padatnya warga yang turun ke laut pada malam tersebut. Menurutnya, momen air surut kali ini berhasil menyedot perhatian sebagian besar warga desa.

"Malam ini sangat ramai, suasananya sudah seperti pasar di tengah laut," ujar Darta saat ditemui di lokasi pesisir, Selasa (19/5/2026).

Darta sendiri sukses membawa pulang hasil tangkapan yang cukup banyak dalam perburuan tersebut. Ia berhasil mengumpulkan 15 ekor cumi-cumi dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar, dengan total berat perkiraan mencapai 3 kilogram.

Menurut Darta, kondisi cuaca dan pasang surut air laut saat ini memang sangat mendukung untuk berburu. Namun, berdasarkan pembacaan tanda-tanda alam dan pengalamannya selama bertahun-tahun, ia memprediksi puncak hasil tangkapan terbaik baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Berdasarkan pengalaman saya, sisa 3 sampai 5 hari lagi adalah waktu yang paling ideal untuk turun massulo jika ingin mendapatkan hasil laut yang maksimal," pungkas Darta.


0 comments:

Post a Comment