![]() |
| Hasil dari kegiatan Massulo |
Penulis: Admin Desa
KOLAKA
UTARA – Ramai warga pesisir Desa Wawo,
Kecamatan Wawo, memanfaatkan fenomena air laut surut dengan menggelar tradisi massulo
massal pada Selasa (19/5/2026) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Suasana pesisir
yang biasanya sepi mendadak riuh oleh lampu penerangan warga yang berburu biota
laut.
Secara
geografis, Desa Wawo terletak di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi
Tenggara, dengan wilayah yang menghadap langsung ke perairan Teluk Bone.
Karakteristik pantai di kawasan ini cenderung landai dengan hamparan terumbu
karang dangkal yang luas. Saat air laut surut rendah, kawasan karang ini
menyingkap habitat alami berbagai biota maritim seperti cumi-cumi, gurita,
ikan, dan kepiting, yang memicu lahirnya kearifan lokal massulo.
Massulo sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Sulawesi untuk berburu hasil laut di malam hari saat air laut sedang surut terendah. Warga biasanya membekali diri dengan alat penerangan seperti senter kuat atau obor untuk mendeteksi pergerakan hewan laut yang terjebak di area dangkal.
Pantauan
di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area
pantai. Mereka menyebar ke berbagai titik karang dengan menggunakan beragam
metode tradisional untuk mengumpulkan hasil laut. Ada warga yang memancing di
celah batu, menebar jaring di area pasir, menembak ikan dengan panah
tradisional, hingga mencari manual di antara bebatuan karang.
Kepala
Dusun III Wawo, Darta, mengonfirmasi padatnya warga yang turun ke laut pada
malam tersebut. Menurutnya, momen air surut kali ini berhasil menyedot
perhatian sebagian besar warga desa.
"Malam ini sangat ramai, suasananya sudah seperti pasar di tengah laut," ujar Darta saat ditemui di lokasi pesisir, Selasa (19/5/2026).
Darta
sendiri sukses membawa pulang hasil tangkapan yang cukup banyak dalam perburuan
tersebut. Ia berhasil mengumpulkan 15 ekor cumi-cumi dengan berbagai ukuran,
mulai dari yang kecil hingga besar, dengan total berat perkiraan mencapai 3
kilogram.
Menurut
Darta, kondisi cuaca dan pasang surut air laut saat ini memang sangat mendukung
untuk berburu. Namun, berdasarkan pembacaan tanda-tanda alam dan pengalamannya
selama bertahun-tahun, ia memprediksi puncak hasil tangkapan terbaik baru akan
terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Berdasarkan
pengalaman saya, sisa 3 sampai 5 hari lagi adalah waktu yang paling ideal untuk
turun massulo jika ingin mendapatkan hasil laut yang maksimal,"
pungkas Darta.







0 comments:
Post a Comment